Anda Perlu Tahu! Ini Kerugian Jika Anda Membeli Smartphone Entry-level

t

Pasar smartphone terbagi menjadi tiga segmentasi. Paling atas adalah segmen untuk pasar smartphone flagship. Di bawahnya ada pasar smartphone kelas menengah dan yang paling bawah adalah pasar smartphone entry-level atau kelas bawah.

Ini Kerugian Jika Anda Smartphone Entry level
Ini Kerugian Jika Anda Smartphone Entry level

Pasar smartphone flagship biasanya akan dikuasai oleh perangkat yang dijual dengan harga mahal, yakni minimal dibanderol seharga Rp7 jutaan. Terbilang wajar karena biasanya smartphone-smartphone yang berada di kelas flagship akan dipenuhi dengan fitur dan teknologi canggih.

Sedangkan smartphone yang berada di kelas menengah akan dijual dengan harga relatif terjangkau, namun tetap memberikan pengalaman penggunaan yang cukup baik. Di kelas paling bawah yakni entry level, smartphone ini justru dibanderol dengan harga murah. Ini karena smartphone tersebut telah dipangkas dari segala sisi, mulai dari fitur dan teknologinya.

Bagi anda yang memiliki anggaran pas-pasan, smartphone entry level mungkin sangat cocok untuk dikantong. Tapi, membeli smartphone entry level yang murah meriah ternyata juga membawa kerugian tersendiri. Apa saja yuk kita simak berikut ini!

Desain dan material yang dipakai kurang menarik
Seperti yang kita ketahui bersama, hampir seluruh pabrikan akan mengemas smartphone entry-level material “murahan”, seperti plastik polikarbonat. Hal ini tentunya untuk menekan biaya pembuatan smartphone sehingga bisa dijual murah.

Smartphone entry-level minim teknologi
Berbagai macam fitur dan teknologi terbaru ini biasanya tidak akan bisa kita temukan di smartphone entry level. Smartphone pada kelas in biasanya hanya akan mendapatkan fitur dengan kualitas yang pas-pasan. Perangkat tersebut memang dihadirkan hanya menggunakan fitur standar guna memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari, seperti untuk medsos, browsing, dan chating.

Pengen ganti smartphone jauh lebih cepat
Disini kita jadi bisa tahu bahwa hardware yang ada di dalam smartphone entry-level memiliki umur yang bisa dibilang sangat pendek. Berbeda dengan smartphone flagship atau kelas menengah yang biasanya memiliki dukungan hardware untuk waktu yang lebih lama. Jadi rasa pengen ganti smartphone akan menjadi lebih cepat karena beberapa fitur yang sudah dianggap kurang berfungsi dengan baik.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.