Waspada!! 5 Hal Ini Bisa Memicu Usus Buntu

Waspada!! 5 Hal Ini Bisa Memicu Usus Buntu 1

Penyakit usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada usus buntu atau apendiks. Usus buntu merupakan organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar. Saat menderita radang usus buntu, penderita dapat merasa nyeri di perut kanan bagian bawah. Jika dibiarkan, infeksi dapat menjadi serius dan menyebabkan usus buntuh pecah, sehingga menimbukan keluhan rasa nyeri hebat hingga membahayakan nyawa penderitanya.

Radang usus buntu dapat terjadi pada semua usia, namun paling sering pada usia 10 sampai 30 tahun. Penyakit usus buntu bisa disebabkan sumbatan pada usus buntu, baik sebagian atau total. Hambatan usus buntu yang menyeluruh merupakan kondisi darurat dan perlu segera ditangani dengan tindakan operasi. Usus buntu sebenarnya merupakan rumah bagi bakteri yang bermanfaat. Namun, ketika organ ini terinfeksi atau tersumbat, bakteri berkembang biak dengan cepat, menyebabkan usus buntu membengkak dan terisi dengan nanah, cairan kental yang mengandung bakteri, sel-sel jaringan, dan mati saat sel darah putih melawan infeksi.

Waspada!! 5 Hal Ini Bisa Memicu Usus Buntu 2
Waspada!! 5 Hal Ini Bisa Memicu Usus Buntu

Oleh sebab itu, penting buat Anda mengetahui penyebab usus buntu secara detail dan gejalanya agar Anda bisa menghindari penyakit ini. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi dengan Anda tentang apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya usus buntu. Berikut ulasannya:

1. Infeksi Virus

Dr. Edward Livingston, kepala Operasi GI endokrin di UT Southwestern, menyatakan bahwa penyebab usus buntu mungkin saja disebabkan oleh infeksi virus penyebab atau infeksi yang belum ditentukan. Hasil ini tertuang dalam sebuah makalah yang terbit di Archives of Surgery edisi Januari tahun 2010. Para peneliti juga menemukan kecenderungan peningkatan kasus usus buntu selama musim panas. Meski begitu, belum ditemukan hubungan sebab-akibat pasti antara kedua faktor ini.

2. Penyumbatan

Salah satu penyebab umum yang mengakibatkan usus buntu adalah terjadinya penyumbatan di usus buntu. Penyumbatan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: feses, benda asing, potongan makanan, bahkan sel kanker.

3. Infeksi Saluran Pencernaan

Infeksi saluran pencernaan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan masalah serius. Penyakit yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur ini bisa saja mengakibatkan komplikasi penyakit lain akibat infeksi yang sudah menyebar hingga apendiks. Salah satu penyakit tersebut adalah usus buntu.

4. Kekurangan Serat

Makanan cepat saji nyatanya mengandung karbohidrat yang sangat tinggi. Sayangnya, kandungan tersebut justru meningkatkan risiko terkenanya usus buntu. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan sehat yang memiliki gizi seimbang.

5. Faktor Genetik

Selain karena penyumbatan oleh feses maupun benda asing, faktor genetik ternyata turut ikut ambil bagian sebagai penyebab usus buntu akut. Sebanyak 56 persen penyebab usus buntu merujuk pada faktor genetik.

Risiko usus buntu pada anak yang setidaknya terikat darah dengan satu anggota keluarga inti yang punya riwayat usus buntu (aktif atau sudah pernah diobati), meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga bebas usus buntu. Penyebab usus buntu akut diturunkan oleh keluarga dilaporkan terkait dengan sistem HLA (antigen leukosit manusia) dan golongan darah. Mereka juga menemukan bahwa golongan darah A memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami usus buntu daripada golongan O.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah nyeri pada perut. Rasa nyeri tersebut dapat berawal dari pusar, lalu bergerak ke bagian kanan bawah perut. Namun, posisi nyeri dapat berbeda-beda, tergantung usia dan posisi dari usus buntu itu sendiri. Dalam waktu beberapa jam, rasa nyeri dapat bertambah parah, terutama saat kita bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin. Selain itu, rasa nyeri ini juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat  penderita sedang tidur. Bila radang usus buntu terjadi saat hamil, rasa nyeri bisa muncul pada perut bagian atas, karena posisi usus buntu menjadi lebih tinggi saat hamil.

Gejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut kembung
  • Tidak bisa buang gas (kentut)
  • Mual
  • Konstipasi atau diare
  • Demam

Konsultasikan kepada dokter apabila mengalami nyeri perut yang perlahan-lahan makin parah dan meluas ke seluruh daerah perut. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda usus buntu telah pecah, dan mengakibatkan infeksi rongga perut atau peritonitis.